Why choose Hypnotherapy

Hypnotherapy Directory Policy Hypnotherapy Directory only lists hypnotherapists who are registered with a recognised professional body or those who have sent us copies of their qualifications .

The term "hypnosis"

comes from the Greek word hypnos, meaning "sleep." Hypnotherapists use exercises that bring about deep relaxation and an altered state of consciousness, also known as a trance.

How does hypnosis work?

we remember it and learn a particular behavior in response to what happened. Each time something similar happens, our physical and emotional reactions attached to the memory are repeated. In some cases these reactions are unhealthy.

In some forms of hypnotherapy

a trained therapist guides you to remember the event that led to the first reaction, separate the memory from the learned behavior, and replace unhealthy behaviors with new, healthier ones.

What happens during a visit to the hypnotherapist?

During your first visit, you will be asked about your medical history.

Saturday, June 15, 2013

Kumpulan Audio Hypnotherapy dan Hypnosis


Ericksonian Induction from Holistic Hypnotherapy Module


LiberationInMind-Confidence-Hypnotherapy-Short-Version-Subscriber-Entrainment


Download Audio Hypnotherapy 

Download Video Hypnosis - Hypnotherapy

1.Jika pengunjung merasa artikel ini bermanfaat cukup klik tombol like, isi komentar kemudian share link posting ini ke forum ataupun ke sosial media. 2.Bagi pengunjung yang ingin mengcopy tulisan ini harap tetap menuliskan alamat blog Rahasia Hipnotis sebagai sumbernya :) Terima Kasih.

PARA TOKOH PESULAP INDONESIA


Bagi teman-teman yang pengemar sulap tentunya tidak asing dengan tokoh-tokoh pesulap indonesia yang ikut memajukan dunia sulap di Indonesia. Yang paling berperan besar adalah Deddy Corbuzier, ia merupakan tokoh pesulap yang mengembangkan acara the master di RCTI.

Berikut ini 5 Biografi Pesulap Besar di Indonesia:

fakta pesulap indonesia

Deddy Corbuzier
28 Desember 1976

Biografi : Deddy Corbuzier alias Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo dikenal sebagai seorang praktisi metalis kenamaan Indonesia.

Pria kelahiran di Jakarta, 28 Desember 1976 ini, pernah melakukan aksi menengangkan dengan mengendarai kendaraan dalam posisi mata tertutup, selain itu Deddy juga pernah melakukan tebak headline media massa yang ditentukannya sebelum media itu diterbitkan.Deddy mengakhiri masa lajangnya dengan Kalina Oktarani atau lebih akrab disapa Kalina pada 25 Februari 2005, dan telah dikarunia seorang anak, Askanio Nikola Corbuzier.

Demian Aditya
Tegal, 19 Juni 1980

Biografi : Terlahir dengan nama Aditya Prambudhi namun lebih terkenal sebagai Demian Aditya, sang Ilusionist.
Anak pertama dari dua bersaudara ini semenjak usia 10 tahun telah berkenalan dengan dunia sulap secara otodidak.Namun namanya mulai terkenal bukan gara-gara sulap melainkan karena berhasil mengikuti ajang pemilihan Abang dan None Jakarta di tahun 2002.

Pria kelahiran Tegal, 19 Juni 1980 ini berhasil menyabet dua gelar sekaligus di ajang ini, yakni sebagai Abang Persahabatan 2002 dan Abang Favorit 2002.

Demian mulai terkenal di panggung hiburan sebagai pesulap saat telah memiliki acara sendiri di sebuah stasiun TV dengan judul DEMIAN SANG ILLUSIONIST pada tahun 2007.

Dalam sebuah acara di Lapangan Gasibu Bandung, suami artis Yulia Rachman ini berhasil melakukan teleportasi sebuah bola raksasa dengan diameter 8 meter yang berisi 7 orang di dalamnya.

Romy Rafael
Surabaya, Jawa Timur, 12 Juli 1977

Biografi : Romy Rafael adalah seorang ahli dan praktisi hipnotis asal Indonesia, yang kemudian mengolah kemampuannya dalam panggung entertainment. Romy
pernah secara rutin tampil secara rutin di SCTV, menunjukkan kemampuan menghipnotisnya, dengan nuansa menghibur.Pria kelahiran Surabaya, 12 Juli 1977 itu mengaku mendalami ilmu hipnotisnya dan berbagai kegunaannya lebih dari empat tahun di Amerika. Lelaki yang selalu mengenakan penutup kepala warna hitam ini mengaku pernah belajar di Hynotism Training Institute, Ultimate Stage Hypnotism Institute, dan Institute for Neuro Research and Education.

Romy saat ini menggunakan kemampuan hipnotisnya selain untuk hiburan, juga untuk aktivitas klinis (pengobatan psikis), medis (kedokteran), bahkan untuk bisnis dan perusahaan. Ia berusaha menghilangkan kesan negatif hipnotis lantaran banyak kasus penipuan dan kejahatan dengan ilmu ini.

Romy telah membuka Klinik Romy Rafael Hypnotheraphy di Jakarta Selatan, dengan menerima penyembuhan orang yang tengah dalam keadaan stres, depresi, phobia, bahkan menghilangkan kebiasaan buruk.

Selain itu, Romy juga telah menyusun buku Hipnoterapi: Quit Smoking! (2006), yang berisi panduan hipnoterapi dalam bentuk buku dan CD, untuk menghilangkan kecanduan rokok.



Nama : Joshua Sandy [Joe Sandy]

Jenis Kelamin : Laki-Laki

Tempat/Tanggal Lahir : Subang, 02 April 1973

Biografi :

Joshua Sandy atau lebih terkenal dengan nama Joe Sandy adalah pemenang di ajang The Master, yang merupakan ajang pencarian bakat untuk para pesulap di Indonesia.

Pria kelahiran Subang, 2 April 1973 sebelum memutuskan jadi pesulap adalah seorang pekerja kantoran di sebuah bank. Setelah keluar dari profesinya, ia serius menekuni dunia entertainment dengan menjadi pembawa acara.


Namun sejak menjadi pemenang di The Master, Joe fokus sebagai pesulap 100%. Joe yang punya hobi membaca dan mempelajari banyak hal ini percaya membaca adalah jendela ke segala pengetahuan termasuk kekuatan pikiran. Oleh karenanya, genre sulap yang ia tekuni adalah mentalist.

Masa kecil Joe yang tak memiliki figur seorang ayah tak membuatnya lemah. Karena ia mendapat kasih sayang berlimpah dari almarhumah ibunya dan adiknya. Lewat pengetahuan-pengetahuan yang ia miliki, Joe berambisi untuk mengubah image mentalist yang menyeramkan dengan aksi-aksinya yang fun.


Pak Tarno 
fakta pesulap indonesia

Inilah pesulap yang namanya melejit pada saat sekarang ini. Dengan permainan yang sangat sederhana, pak Tarno mampu menghibur jutaan pasang mata saat pertama tampil. Yang sangat unik dari pak Tarno adalah selalu membacakan mantra-mantra tertentu keika melakukan aksinya. Tahukah Anda, hanya dengan membawa peralatan yang sangat sederhana, pak Tarno memperoleh gelar master of tradisional magic dalam acara The Master RCTI hanya dengan sekali tampil.



Limbad 
fakta pesulap indonesia

Nama ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Sudah bosan rasanya bila membahas profil 'prince of fakir' ini. Yang perlu Anda ketahui bahwa di balik penampilannya yang sangat misterius, ternyata Limbad takut sama yang namanya ulat bulu.


1.Jika pengunjung merasa artikel ini bermanfaat cukup klik tombol like, isi komentar kemudian share link posting ini ke forum ataupun ke sosial media. 2.Bagi pengunjung yang ingin mengcopy tulisan ini harap tetap menuliskan alamat blog Rahasia Hipnotis sebagai sumbernya :) Terima Kasih.

Sunday, June 9, 2013

Video Milton Erickson



Halaman LINK Download Film & ebook Milton Erickson :


  1. http://www.filestube.com/query.html?q=milton+erickson+download&select=All
  2. http://xcfiles.org/download_ebooks/48327-milton-erickson-hypnosis-total.html#.UbNzIudHL9Z
  3. ebook : http://www.ebook3000.com/Milton-H--Erickson---Conversations-With-Milton-H--Erickson--Volume-III--Changing-Children-and-Families_41683.html
  4. http://www.ebooks-share.net/patterns-of-the-hypnotic-techniques-of-milton-h-erickson-m-d-vol-2/


Youtube :
=============================================== ===============================================


+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++



Milton H. Erickson (1901 – 1980) adalah seorang Psikiater Amerika Serikat yang mengkhususkan diri pada medical hypnosis dan family terapi. Erickson adalah pendiri dari American Society for Clinical Hypnosis.

Erickson berpendapat bahwa kondisi hypnosis (hypnosis state) atau trance adalah peristiwa alamiah yang kita alami sehari-hari. Erickson meyakini bahwa seorang terapis juga perlu masuk dalam kondisi trance ketika melakukan terapi. Kepiawaian Milton Erickson dalam melakukan hypnotherapy telah menarik perhatian Richard Bandler dan John Grinder, yang kemudian memodel Milton Erickson dan menciptakan Neuro Linguistic Programming (NLP)

Pengalamannya dengan hypnotherapy selama puluhan tahun telah memungkinkannya menciptakan berbagai metode yang mampu meningkatkan efektifitas sesi terapi.

Milton Erickson selalu menyadari tujuan dari hal yang ia lakukan. Bahkan pada kenyataannya, orientasi tujuannya merupakan salah satu karakteristik terpenting dari hidup dan kerjanya. Erickson dengan metode hypnotherapy-nya dapat disejajarkan dengan Freud pada psychoanalysis-nya.

 Erickson telah mempublikasikan sedikitnya 150 artikel dalam kurun waktu 50 tahun, dan dua buku terpentingnya - Time Distortion in Hypnosis yang ditulis tahun 1954 bersama L.S Cooper dan The Practical Applications of Medical and Dental Hypnosis yang ditulis tahun 1961 bersama S. Hershman, MD dan I. I. Sector, DDS. 

Melalui karya-karyanya dan rekaman videonya ia berusaha mewariskan pemahamannya pada generasi selanjutnya. Salah satu gaya bahasa hypnosis yang sering digunakan oleh Erickson adalah “negative commands”. Jika seseorang berkata kepada anda, “jangan membayangkan gajah” maka anda harus terlebih dahulu membayangkan gajah untuk memahami maksud orang tersebut. Dan jika seorang hypnotist mengatakan kepada anda,”Saya tidak ingin anda relaks terlalu cepat” si pendengar dapat segera merasa relaks untuk memahami maksud si hypnotist. Memulai suatu pernyataan dengan negasi adalah satu cara untuk mengeliminir resistensi pendengar. Pada banyak karyanya, Erickson telah melakukan pekerjaan yang luar biasa, menerangkan mengenai karakteristik hypnosis dan hypnotherapy, induksi hypnotherapy, berbagai metode therapeutic change dan memvalidasi perubahan. Pada berbagai karyanya ia juga menerangkan berbagai hal berkenaan dengan filosofinya dalam menjalani hidup dan memberikan terapi. 

Banyak terapis, psikoanalisa dan lainnya, menemukan bahwa pendekatan Erickson kompatibel dengan berbagai pendekatan dan jauh dari miskonsepsi tentang hypnosis. Ia selalu menekankan bahwa hypnosis tidak merubah individu ataupun membangkitkan kembali kehidupan sebelumnya, melainkan memungkinkan individu untuk lebih mempelajari dan mengekpresikan dirinya. Therapeutic trance memungkinkan individu untuk mengesampingkan batasan pembelajarannya sehingga dapat lebih mengeksplorasi dan menggunakan berbagai potensinya. Banyak terapis yang menggunakan metode Erickson merasakan hasil kerja yang luar biasa dengan kliennya. Mereka menyadari berbagai keterbatasan yang dimiliki Erickson, yang membuatnya selalu terpisah dari individu lain, membuatnya mampu menciptakan metode respon yang unik. Erickson terlahir dengan buta warna, kesulitan membedakan nada, dyslexia, dan hambatan dengan rima. Dia menderita dua kali serangan poliomyelitis, berada di kursi roda selama sekian tahun sebagai efek dari kerusakan syaraf, yang diakibatkan oleh arthritis dan myositis. Kebanyakan individu mengalami kesulitan dalam mempelajari metode Erickson sehingga membutuhkan “jembatan” seperti yang dilakukan oleh DR. Ernest Rossy atau Richard Bandler bersama John Grinder.

Erickson sangat menekankan pada pentingnya membuat disain metode kerja ketika berhadapan dengan masalah yang kompleks. Dengan demikian anda selalu memiliki jawaban dari permasalahan tersebut. Berbagai metode yang digunakan oleh Erickson seperti double binds, indirect posthypnotic suggestions, pertanyaan yang mengarah pada perubahan, compound suggestions dan masih banyak lagi. Erickson juga seringkali mengemukakan tentang pendekatan utilisasi. Menerima dan menggunakan sikap, realita internal, dan resistensi, response negatif dan simptom yang diberikan oleh klien. Itulah sebabnya Erickson, sejauh yang saya tahu, tidak pernah memiliki klien yang resisten. Erikson juga menggunakan humor, permainan kata-kata, metafora dan simbol ketika bekerja dengan klien.

Pada umumnya Erickson akan bekerja dengan klien pada light trance, atau yang dia sebut sebagai common trance bahkan pada beberapa issue tanpa trance sama sekali. Erikson tidak menekankan pada kedalaman trance, walaupun pada beberapa kasus ia menggunakan trance yang cukup dalam, seperti fenomena dissociation, time distortion, amnesia, dan age-regression. Hal ini disebabkan karena orientasinya yang lebih pada hasil dibandingkan hanya pada sebatas fenomena hypnosis untuk membuat kagum klien atau individu lain.

Erikson menekankan pada nilai pentingnya bekerja dengan klien pada kondisi yang ia sebut unconscious. Ia sangat menghormati kebijaksanaan unconscious. Bahkan sering kali ia membatasi interferensi dari pikiran sadar klien untuk jangka waktu yang relatif lama.

Ia sering kali tidak terlalu membedakan antara induksi trance dan therapeutic technique. Menurutnya adalah suatu kesia-siaan dan menghabiskan waktu bagi terapis untuk menggunakan induksi yang berulang-ulang dibandingkan langsung memberikan pengalaman belajar pada klien untuk berubah. Dalam setiap sesi, Erickson lebih mengedepankan pada arti pentingnya fungsi therapeutic dibandingkan sebatas menginduksi trance.

Menurutnya sugesti langsung memiliki banyak keterbatasan, walaupun ia juga tahu bahwa teknik hypnosis, menggunakan sugesti langsung dapat meningkatkan efektifitas modifikasi tingkah laku seperti desensitization dan cognitive retraining. Dia berkeyakinan bahwa sugesti langsung tidak akan memunculkan reassociation, reorganisasi ide, pemahaman dan ingatan yang penting untuk menyelesaikan apa yang dihadapi klien. Hasil yang efektif dari hypnotic psychotherapy diambil dari aktivitas pasien. Peran terapis hanya menstimulir klien pada suatu aktivitas walau sering kali klien tidak memahami apa arti aktivitas yang mereka lakukan. Ia lebih banyak membimbing klien dan memberikan latihan dalam penilaian klinis untuk menentukan kuantitas kerja yang dibutuhkan guna mencapai hasil yang diinginkan. Erikson lebih sedikit membutuhkan dan menghasilkan doktrin dibandingkan terapis kebanyakan. Sangat jelas bahwa penilaian klinis dihasilkan dari proses pembelajaran intensif mengenai dinamika, pathology dan kesehatan dan dari pengalaman bekerja bersama klien.

Penilaian klinisnya juga dipengaruhi oleh filosofi personalnya dalam hidup. Filosofi Erickson termanifestasikan dengan penekanannya pada konsep seperti pertumbuhan dan kesukacitaan. Sebagai tambahan hidup tidak harus selalu dapat memberi jawaban pada anda hari ini. Anda harus menyukai proses menunggu, proses pertumbuhan dan perkembangan diri anda. Tidak ada hal yang lebih menyenangkan dibandingkan menanam bunga dan tidak tahu seperti apa bunga itu ketika telah mekar.

Karya Erickson telah memberikan banyak pengaruh bagi bidang hypnotherapy ataupun terapi lainnya. Ketika anda mempelajari berbagai jenis terapi lain seperti family therapy (Virginia Satir) atau gestalt therapy (Fritz Perlz), anda dapat pula merasakan pengaruh karya Erickson. 

1.Jika pengunjung merasa artikel ini bermanfaat cukup klik tombol like, isi komentar kemudian share link posting ini ke forum ataupun ke sosial media. 2.Bagi pengunjung yang ingin mengcopy tulisan ini harap tetap menuliskan alamat blog Rahasia Hipnotis sebagai sumbernya :) Terima Kasih.


Saturday, November 10, 2012

Proses Teknik Hipnotis ( Belajar Melalui Video ) Free 100%

1. Pre-Induction Ketika Anda pertama kali mengetahui suatu informasi tentang kami atau pada waktu bertemu kami, inilah yang disebut Pre-Induction, tahap sebelum dimulai induksi. Setelah Anda mengisi formulir terapi, kami membuka percakapan mengenai masalah Anda, menghilangkan miskonsepsi dan rasa takut Anda terhadap hypnosis, serta menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda. Pre-Induction juga disebut tahap Pre-Talk

2. Suggestibility Test / Uji sugestibilitas

Uji sugestibilitas digunakan untuk mengetahui apakah seseorang memiliki tipe physical suggestibility (sugestibilitas fisik) atau emotional suggestibility (sungestibilitas perasaan). Mengetahui tipe sugestibilitas seseorang sangat penting untuk menentukan tipe induksi yang digunakan dan teknik terapi yang cocok.

3. Induction / Induksi


Induksi (dalam bahasa hypnosis) adalah cara yang digunakan oleh hypnotist untuk membimbing klien mengalami trance hypnosis. Trance hypnosis adalah suatu kondisi kesadaran dimana bagian kritis pikiran sadar tidak aktif, sehingga klien sangat reseptif terhadap sugesti yang diberikan oleh hypnotist.

Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk induksi. Akan sangat panjang dan terlalu teknis bila kami jelaskan disini. Cukup Anda perhatikan satu hal penting ini: Syarat utama agar proses induksi berjalan lancar adalah Anda harus bersedia dihipnotis. Bila Anda menolak dihipnotis maka kami atau siapapun tidak akan mampu menghipnotis Anda. Hypnosis tidak bisa diterapkan secara paksa.

4. Deepening

Deepening merupakan kelanjutan dari induksi. Tujuannya dari penggunaan teknik deepening adalah untuk membuat klien semakin suggestible (meningkatkan kemampuan untuk menerima sugesti). Kita mengenal ada beberapa tingkatan trance hypnosis. Secara sederhana kita bisa membagi tingkatan trance hypnosis menjadi light trance, medium trance, deep trance atau somnambulism. Somnambulism adalah kondisi mental dimana pikiran subjek menjadi sangat sugestif. Level trance hypnosis yang paling tepat untuk terapi ataupun untuk stage hypnosis adalah somnambulism.

Oleh karena itu, apabila setelah induksi seorang klien belum mencapai kondisi somnambulism, hypnotist perlu melakukan deepening dengan teknik tertentu yang bisa membuat klien mengalami somnambulism. Untuk mengetahui tingkat tance hypnosis yang dialami klien, hypnotist bisa melakukan trance level test, atau bagi hypnotist yang berpengalaman cukup melihat dari tanda-tanda yang ditunjukkan klien.

5. Terapi Pikiran Dimulai

Banyak hypnotist pemula yang kurang memahami bahwa dalam menjalankan hypnotherapy, ada teknik-teknik tertentu yang harus dikuasai. Sering kali ada hypnotist pemula yang karena sudah menguasai teknik induksi (membimbing orang mengalami trance hypnosis), maka dia merasa sudah menguasai seluruh ilmu hypnosis.

Misalkan komputer dengan OS Windows, teknik induksi hanyalah password. Orang yang mengetahui password dan berhasil membuka windows belum tentu memahami cara mengoperasikan atau membuat program komputer dengan benar, salah-salah malah bisa merusaknya. Begitu juga dengan hypnosis, orang yang baru bisa menghipnotis belum tentu bisa melakukan terapi untuk menyelesaikan masalah yang serius.

Dalam banyak kasus, memberi sugesti secara langsung (direct suggestion) memang sangat efektif dan sudah bisa membuat klien mengalami perubahan drastis. Namun apabila masalah yang dihadapi klien sebenarnya disebabkan oleh peristiwa traumatik di masa lalu, maka perlu dilakukan teknik khusus seperti age regression, time line therapy, hipnoanalisa, forgiveness therapy, chair therapy, atau teknik-teknik lainnya.

6. Terminasi / Mengakhiri Sesi Hypnotherapy

Inilah bagian yang kami suka. Karena begitu klien membuka mata, kami sering melihat senyum yang ceria dan mata berbinar. Itulah mengapa kami selalu ketagihan melakukan hypnotherapy. Membangunkan klien dari hypnosis adalah hal yang paling mudah dan menyenangkan, lebih mudah daripada membangunkan remaja di hari minggu. Siapapun tidak perlu takut dihipnotis karena takut tidak bisa bangun. Sepanjang sejarah penggunaan hypnosis yang saya tahu, tidak satupun orang yang tidak bisa bangun dari kondisi hypnosis.


TEKNIK TERAPI PADA HIPNOTERAPY:

1. Ideomotor respond
2. Hypnotic Regression
3. Systematic Desensitization
4. Implosive Desensitization
5. Desensitization by Object Projection
6. The Informed Child Technique
7. Gestalt Theraphy
8. Reframing
9. Open Screen Imagery
10. Positive Programmed Imagery
11.Verbalizing
12. Direct Suggestion
13. Indirect Guided Imagery
14. Inner Guide
15. Part Theraphy
16. Dream Theraphy
17. Time Line Theraphy

=======================================
Belajar Hipnotis Melalui Video Tutorial :>>>>>>>>
=======================================


Hipnosis Hipnoterapi Bisa Berakibat Fatal

Kembali saya melempar satu judul yang kontroversial. Saya yakin dengan membaca judul artikel ini saja anda pasti sangat penasaran dan tergelitik untuk membaca lebih lanjut. Benar, kan? Inilah salah satu teknik hypnotic writing yaitu sengaja menggunakan judul yang kontroversial dan mengejutkan untuk mendapatkan perhatian.

Benarkah hipnosis/hipnoterapi bisa berakibat fatal? Jawabannya, “Bisa”. Artikel ini tidak bertujuan untuk membuat takut atau menyurutkan semangat belajar dan mempraktikkan hipnosis/hipnoterapi. Sebaliknya artikel ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada sesama praktisi hipnosis dan atau hipnoterapis untuk lebih berhati-hati agar terhindar dari melakukan kesalahan atau malpraktik yang seharusnya tidak perlu terjadi.

Beberapa kejadian yang bisa berakibat negatif bagi klien bila terapis tidak hati-hati antara lain:

• Semantik yang Salah Dalam Proses Induksi

• Sugesti Yang Salah Dalam Stage Hypnosis

• Sugesti Penguat Yang Kontraproduktif

• Full Body Catalepsy

• Abreaction yang Tidak Tuntas

• Overdosis Obat Setelah Hipnoterapi

• Penggunaan Anestesi Mental Yang Tidak Tepat

• False Memory

• Menghilangkan Bagian Diri

• Penciptaan Bagian Diri Dalam Diri Klien

• Penanganan Kasus Tidak Tuntas

Semantik yang Salah Dalam Proses Induksi

Kesalahan ini bisa terjadi tanpa disengaja atau hipnotis / hipnoterapis tidak tahu jika semantik yang ia gunakan salah. Literatur atau referensi pembelajaran hipnosis / hipnoterapi hampir semuanya ditulis dalam bahasa Inggris. Dan biasanya praktisi hipnosis / hipnoterapis menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia.

Masalah mulai muncul saat proses alih bahasa dilakukan. Dengan kemampuan bahasa Inggris yang terbatas dan kurangnya pemahaman pengaruh semantik pada pikiran dan tubuh maka hasil alih bahasa yang digunakan dalam proses induksi bisa menimbulkan efek yang berakibat fatal.

Saya pernah membaca di internet ada situs yang menyediakan skrip induksi yang bisa diunduh gratis. Saat saya membaca teknik induksinya, sangat bagus. Yang  menjadi perhatian saya adalah bagian deepening. Si penerjemah tanpa sadar menerjemahkan kalimat deepening secara harafiah, tanpa dipoles lebih lanjut, dan juga tidak memperhatikan efek semantik.

Kalimat sugesti untuk deepening yang menurut saya cukup berbahaya ada pada kalimat kedua dan ketiga:

…..sekarang anda telah benar-benar rileks….

…..dengan setiap hembusan napas anda tenggelam semakin dalam….

…..tenggelam semakin dalam… ke dasar samudera rileksasi yang begitu dalam dan menyenangkan….

Kebetulan saya pernah membaca teknik deepening seperti di atas. Dalam bahasa Inggris kalimatnya adalah “….you are sinking deeper…. sinking even more deeper… to the bottom of the sea of relaxation….”

Sugesti di atas bila dibacakan pada subjek tipe yang analitikal atau emotionally suggestible maka tidak akan jadi masalah. Subjek tipe ini, karena pikirannya yang analitikal, dapat mengerti bahwa yang dimaksud dengan “tenggelam semakin dalam” artinya semakin rileks.

Hal ini tentunya berbeda bila dibacakan pada subjek yang sangat sugestif atau physically suggestible. Subjek tipe ini cenderung akan melaksanakan sugesti apa adanya. Tanpa dianalisis dan tanpa ditawar.

Bisa anda bayangkan apa yang akan terjadi saat subjek “tenggelam semakin dalam” menuju ke dasar samudera rileksasi?

Hipnotis atau hipnoterapis yang tidak menyadari hal ini dan tidak cepat membawa subjek keluar dari kondisi “tenggelam” biasanya akan panik karena melihat subjek kesulitan bernapas, karena “tenggelam”, dan mukanya mulai biru. Bila hal ini berlanjut maka akibatnya bisa sangat fatal.

Sugesti Yang Salah Dalam Stage Hypnosis

Dari berbagai literatur stage hypnosis yang pernah saya baca para penulisnya mengatakan seorang hipnotis yang melakukan pertunjukkan atau hiburan dengan menggunakan hipnosis (stage hypnotist) sebaiknya adalah juga seorang hipnoterapis. Alasan mereka mensyaratkan hal ini, setelah saya baca dengan teliti, sangat masuk akal.

Dalam proses melakukan hipnosis untuk hiburan atau pertunjukkan dibutuhkan induksi yang cepat dengan tujuan membawa subjek ke kondisi kedalaman hipnosis yang sangat dalam.

Ada dua hal yang sering luput dari perhatian stage hypnotist. Pertama, teknik shock induction yang digunakan, misalnya dengan menarik tangan atau menarik kepala subjek ke arah depan dengan keras, untuk menimbulkan efek kejutan, dan ini adalah cara yang memang sangat dahsyat untuk menembus critical factor, bisa berakibat buruk terhadap struktur tulang lengan atau leher subjek.

Kondisi ini bisa terjadi bila subjek yang dipilih adalah benar-benar berasal dari penonton sehingga hipnotis harus mempraktikkan shock induction dengan kekuatan penuh agar dapat membawa subjek masuk ke kondisi hipnosis yang sangat dalam dalam waktu yang sangat cepat.

Namun bila subjek yang dihipnosis adalah orang yang telah disiapkan oleh hipnotis, seperti yang kita lihat di tayangan televisi, maka kemungkinan subjek mengalami cidera karena proses shock induction menjadi sangat kecil. Subjek biasanya hanya diminta memandang tisue yang dibakar atau sedikit ditarik lengannya dan biasanya langsung masuk, atau bisa juga hanya berpura-pura, ke kondisi hipnosis yang dalam. Hal ini terjadi karena subjek sebenarnya telah disiapkan oleh hipnotis.

Kedua, kemungkinan terjadinya abreaction. Di kondisi hipnosis yang dalam apa saja bisa terjadi. Seringkali seorang subjek tiba-tiba mengalami abreaction atau ledakan emosi karena repressed content yang selama ini ditekan di bawah sadar akhirnya keluar karena subjek masuk ke kedalaman hipnosis tertentu.

Jika sampai terjadi abreaction spontan maka hipnotis perlu bisa dengan cepat menetralisir keadaan ini dan membawa subjek kembali ke kesadaran normal. Untuk mampu melakukan hal ini dibutuhkan pengetahuan dan kecakapan seorang hipnoterapis.

Pernah ada tayangan televisi yang menunjukkan seorang hipnotis melakukan hipnosis di terminal bis. Hipnotis ini memilih seorang subjek, menghipnosisnya dengan cepat, dan selanjutnya mulai memberikan sugesti atau perintah untuk pertunjukkan.

Apa yang dilakukan hipnotis ternyata berakibat buruk terhadap subjek. Hipnotis ini memberikan sugesti bahwa subjek mendapat telpon dari rumah yang mengabarkan bahwa suaminya meninggal. Subjek disugestikan merasa sangat sedih karena kehilangan orang yang ia cintai.

Akibatnya bisa anda bayangkan. Subjek menangis hebat dan hampir histeris. Melihat hal ini hipnotis menjadi kaget dan baru sadar bahwa ia telah melakukan kesalahan. Abreaction telah terjadi. Dengan cepat hipnotis berusaha menetralisir keadaan ini dengan membangunkan subjek sambil memberikan sugesti, “Semua hal ini tidak pernah terjadi. Suami anda masih hidup.”

Subjek, setelah keluar dari kondisi hipnosis, tetap terlihat sangat sedih dan khawatir, segera menelpon suaminya. Dan walaupun suaminya sudah berbicara dengannya, dan subjek tahu suaminya masih hidup, ia tetap merasa sedih dan ketakutan. Kita tidak tahu apa yang selanjutnya terjadi pada subjek ini karena siaran yang bersifat live ini langsung dihentikan.

Selain hal di atas kesalahan fatal bisa terjadi jika hipnotis salah dalam memilih semantik. Salah satu hal yang menarik dalam stage hypnosis adalah saat penonton melihat subjek melaksanakan perintah atau sugesti yang diberikan oleh hipnotis. Semakin lucu atau bahkan tidak masuk akal perintah yang diberikan akan semakin menarik dan mengundang tawa penonton.

Hipnotis yang tidak menyiapkan diri dengan baik bisa salah dalam memberikan sugesti, misalnya:

- Anda merasakan tubuh anda dialiri listrik 10.000 volt

- Anda dikejar-kejar perampok dan mereka menembak dan kena di dada anda.

- Anda dikejar ular Cobra dan akhirnya digigit oleh ular ini.

- Anda tenggelam.

- Anda lari maraton 10 Km (cat: hipnotis tidak tahu jika subjek ada sakit jantung)

Kalimat sugesti di atas jika dilaksanakan oleh subjek akan menjadi sangat lucu. Namun bisa terjadi hal yang sangat fatal. Apa yang disugestikan akan menjadi realita fisik yang dialami oleh subjek.

Sugesti Penguat Yang Kontraproduktif

Hipnotis / hipnoterapis biasanya akan memberikan sugesti pascahipnosis dengan tujuan untuk memperkuat suatu kondisi tertentu, misalnya kondisi rileks. Salah satu teknik yang biasa digunakan adalah dengan pemberian sugesti :

… mulai sekarang dan seterusnya setiap kali anda melihat sesuatu yang berwarna merah, bisa itu baju merah, mobil merah, dan terutama lampu merah, maka anda langsung masuk kembali ke kondisi rileksasi yang sangat dalam seperti yang anda alami saat ini…..

Secara semantik sugesti ini sangat bagus. Tidak ada yang salah. Yang menjadi masalah adalah efek yang terjadi pada subjek bila sugesti ini dijalankan oleh pikiran bawah sadarnya.

Bisa anda bayangkan apa yang bakal terjadi bila subjek sedang mengendarai mobil dan tiba-tiba ia melihat traffic light berubah menjadi warna merah. Seharusnya subjek langsung menghentikan mobilnya. Namun, jika sugesti dijalankan, bukannya menghentikan mobilnya, subjek langsung menjadi rileks dan tidak bereaksi.

Full Body Catalepsy

Saya yakin anda pasti pernah melihat pertunjukkan di mana ada seorang subjek yang dihipnosis dan seluruh tubuhnya dibuat menjadi kaku. Selanjutnya subjek diletakkan di atas kursi yang menopang hanya dua bagian tubuhnya yaitu bagian kaki, biasanya daerah betis hingga pergelangan kaki, dan bagian pundak hingga kepala.

Setelah itu, untuk menimbulkan kesan dahsyat si hipnotis akan meminta seseorang, atau bisa sampai dua orang, untuk naik ke atas tubuh subjek. Tubuh subjek tetap lurus dan kaku dan mampu menahan beban orang di atasnya. Hebat? Memang hebat. Namun hal ini cukup berbahaya. Mengapa?

Sugesti memang bisa membuat otot-otot tubuh menjadi kaku dan keras. Namun yang perlu diingat sugesti tidak bisa, saya ulangi, tidak bisa membuat tulang menjadi kaku atau semakin kuat. Jadi, saat tubuh subjek dinaiki oleh seseorang, yang menahan beban tubuh orang yang berdiri di atasnya ini adalah kekuatan otot-otot tubuh, bukan tulang. Bisa anda bayangkan apa yang akan terjadi bila subjek mengalami rapuh tulang atau osteoporosis?

Abreaction yang Tidak Tuntas

Salah satu bagian dari proses hipnoterapi adalah penanganan abreaction atau ledakan emosi. Terapi akan sangat efektif bila abreaction berhasil ditangani dengan tuntas. Yang menjadi masalah adalah bila ternyata saat sesi terapi selesai, saya katakan selesai karena biasanya sesi hipnoterapi berlangsung sekitar 2 – 3 jam, namun abreaction belum selesai ditangani. Dalam hal ini apa yang harus dilakukan hipnoterapis?

Hipnoterapis yang berpengalaman punya teknik untuk mengisolir atau mengkarantina emosi atau affect yang belum selesai diproses. Emosi ini akan diproses di sesi selanjutnya. Bila hal ini tidak dilakukan maka akan sangat tidak baik untuk kondisi emosi klien. Klien bisa menjadi semakin tidak stabil.

Saya pernah mendapat cerita dari seorang kawan bahwa ada rekannya yang menjalani sesi hipnoterapi. Setelah itu bukannya membaik malah kondisi kawannya ini menjadi semakin parah. Selidik punya selidik ternyata karena waktunya sudah habis hipnoterapis menghentikan proses terapi karena sudah punya jadwal terapi klien berikutnya. Sayangnya hipnoterapis ini tidak mengisolir emosi yang belum selesai diproses.

Sepulangnya klien ini ke rumah kondisinya justru menjadi semakin parah. Keluarga klien menghubungi hipnoterapis ini dan menceritakan apa yang terjadi. Dengan entengnya si hipnoterapis berkata, “Oh itu nggak apa. Minta si A untuk mengingat-ingat kembali kejadian yang membuat ia sedih atau marah dan setelah itu keluarkan emosinya. Bisa dengan marah-marah, teriak, menangis, atau cara lain. Nanti bisa lega dengan sendirinya.”

Saya cukup kaget mendengar cerita ini. Berarti hipnoterapis ini meminta klien mengalami revivification, melakukan self-abreaction, tanpa bimbingan terapis. Ini sudah tentu sangat riskan.

Overdosis Obat Setelah Hipnoterapi

Hipnoterapis yang menangani kasus psikosomatis perlu sungguh-sungguh mencermati kemungkinan ini. Beberapa kasus yang pernah kami tangani memvalidasi hal ini. Seringkali masalah klien seperti hipertensi, diabet, atau insomnia tidak bersifat organik tapi lebih karena faktor psikis atau psikogenik. Dengan kata lain masalah muncul karena pikiran yang stress atau ada emosi yang intens.

Ambil contoh kasus hipertensi. Tekanan darah biasanya naik karena seseorang mengalami emosi tertentu seperti cemas, marah, takut, benci, atau dendam. Saat mengalami emosi ini maka sistem saraf simpatik aktif dan mengakibatkan konstriksi pembuluh darah yang berakibat tekanan darah naik. Ini adalah hal yang alamiah.

Bila klien minum obat untuk menurunkan tekanan darah maka setelah selesai terapi sebaiknya hipnoterapis meminta klien untuk segera kembali ke dokter yang memberikan obat hipertensi untuk memeriksa tekanan darahnya. Sering terjadi setelah selesai terapi, karena telah terjadi resolusi trauma dan emosi yang mengganggu klien selama ini telah berhasil dinetralisir, maka dengan sendirinya tekanan darah kembali turun ke level normal. Bila dalam kondisi ini klien tetap mengkonsumsi obat hipertensi maka yang terjadi adalah obat ini justru membuat tekanan darah klien turun di bawah batas normal.

Hal yang sama berlaku untuk klien yang mengalami diabet atau minum obat penenang. Setiap selesai terapi maka sebaiknya klien konsultasi ke dokternya. Hipnoterapis tidak diperkenankan meminta klien untuk mengurangi atau menghentikan obat yang diminumnya. Yang boleh dan berhak mengurangi atau menghentikan obat adalah dokter.

Penggunaan Anestesi Mental Yang Tidak Tepat

Salah satu aplikasi hipnosis dalam dunia medis adalah hypnoanesthesia atau anestesi mental. Dengan sugesti tertentu seseorang dapat dibuat mati rasa atau tidak merasakan sakit yang ia derita. Ini tentunya sangat baik misalnya untuk membantu meringankan menghilangkan rasa sakit yang dialami korban yang mengalami luka bakar serius. Anestesi mental bisa juga diaplikasikan untuk menghilangkan rasa sakit pada pasien yang menderita kanker.

Di sisi lain pemanfaatan anestesi mental yang tidak hati-hati bisa menimbulkan efek yang justru kontraproduktif. Contohnya adalah penggunaan anestesi mental untuk menghilangkan rasa sakit atau simtom, padahal simtom ini dibutuhkan oleh tubuh sebagai bentuk komunikasi.

Lebih jelasnya begini. Misalnya seseorang mengalami radang tenggorokan. Sakit saat menelan, akibat radang, tidak boleh dihilangkan. Sakit justru dibutuhkan sebagai petunjuk untuk melakukan pengobatan.

Demikian juga misalnya rasa sakit yang timbul karena terkilir. Sakit dibutuhkan tubuh untuk bisa menentukan respon atau tindakan. Bila sakit dihilangkan maka sendi atau otot yang terkilir ini, yang seharusnya merasa sakit sehingga tidak boleh digunakan untuk sementara waktu, tetap digunakan dan akan mengakibatkan kerusakan otot atau sendi yang parah.

Contoh lainnya adalah sakit kepala atau migrain. Dengan sugesti sakit kepala ini bisa dihilangkan. Namun hal ini sangat tidak disarankan untuk dilakukan. Mengapa? Karena sakit kepala adalah simtom dari beberapa kemungkinan. Bisa jadi saat itu tekanan darah klien sedang drop. Jika simtom dihilangkan maka klien tidak akan tahu bahwa tubuhnya bermasalah dan butuh perhatian.

Anestesi mental boleh digunakan dengan tujuan meringankan penderitaan klien dan sebaiknya digunakan dengan hati-hati dan bijaksana misalnya dengan hanya mengurangi dan tidak menghilangkan rasa sakit atau simtom.

False Memory

Yang dimaksud dengan false memory adalah memori yang berasal dari suatu data (palsu) yang masuk atau dimasukkan ke pikiran bawah sadar seseorang melalui suatu sugesti. False memory bisa terjadi karena hipnoterapis, dalam proses terapi atau saat melakukan forensic hypnosis, baik disengaja atau tidak, melakukan leading bukan guiding.

Dalam kondisi hipnosis yang dalam sugesti atau instruksi yang diberikan oleh terapis cenderung akan dilaksanakan apa adanya oleh pikiran bawah sadar klien. Jadi, bila misalnya terapis berkata, “Anda melihat pisau yang digunakan penjahat itu?”, jawabannya cenderung, “Ya, saya melihat.” Ini adalah pertanyaan yang bersifat leading. Bandingkan dengan pertanyaan guiding berikut, “Apa yang terjadi? Ceritakan pada saya apa yang anda lihat, dengar, atau rasakan?”.

Salah satu praktik leading, yang pernah saya dengar dan ketahui, adalah praktik regresi yang dilakukan dengan langsung mengarahkan seseorang kembali ke masa dalam kandungan. Terapis ini, yang sebenarnya bukan hipnoterapis, dengan yakin mengatakan bahwa masalah yang dialami kliennya bersumber dari penolakan Ibunya pada dirinya. Ibu klien ini pernah berupaya menggugurkan kandungannya. Hebatnya lagi terapis ini melakukan model terapi seperti ini pada semua kliennya.

Ada tiga kemungkinan yang bisa terjadi dari model terapi seperti ini. Jika ternyata benar sumber masalah adalah dari masa kandungan dan terapis berhasil melakukan resolusi trauma maka masalah klien bisa selesai.

Kemungkinan kedua, bila ternyata benar sumber masalah berawal dari masa saat dalam kandungan, namun terapis tidak berhasil melakukan resolusi trauma, karena ia mungkin tidak menguasai teknik terapi yang tepat untuk mengatasi masalah ini, maka akibatnya klien akan menjadi semakin parah kondisinya.

Kemungkinan ketiga, bila ternyata sumber masalah klien bukan dari masa dalam kandungan, dan karena leading klien menerima hal ini sebagai suatu kebenaran (false memory), dan terapis tidak mampu melakukan resolusi trauma akibat false memory ini, yang selanjutnya terjadi adalah klien akan sangat marah dan membenci ibunya, yang sebenarnya tidak bersalah dan tidak pernah melakukan upaya aborsi. Bukankah ini justru semakin klien menjadi lebih bermasalah lagi?

Menghilangkan Bagian Diri

Dalam proses hipnoterapi menggunakan Ego Personality Therapy terapis melakukan terapi pada Ego Personality (Bagian Diri) yang terdiri atas Ego State, Part, Introject, dan Alter. Tidak semua Ego Personality ini diproses atau diterapi. Semuanya bergantung kasus.

Seringkali terapis bertemu dengan Ego Personality yang keras kepala, tidak bersedia bekerjasama, dan ingin mencelakai klien. Bila proses negosiasi atau mediasi berjalan sangat alot dan akhirnya buntu ada kemungkinan terapis akan menggunakan jalan pintas yaitu dengan mengeliminasi / menghancurkan atau membekukan Bagian Diri ini.

Prosedur ini dilakukan dengan harapan Bagian Diri yang bermasalah ini, begitu telah dieleminasi / dihancurkan atau dibekukan, sudah tidak akan lagi bisa mengganggu hidup klien. Benarkah demikian?

Belum tentu cara ini berhasil. Yang boleh dieliminasi hanya Introject atau Alter. Ego State dan Part tidak boleh dihilangkan karena merupakan Bagian Diri yang berasal dari dalam diri klien dan mempunyai tugas yang spesifik untuk hidup klien, misalnya Bagian Diri yang mengurus pembuatan keputusan, menentukan prioritas, berpikir kritis, mengatur kepemimpinan, keuangan, dan yang lainnya. Bila Bagian Diri ini dihilangkan dan fungsi yang biasa dijalankan Bagian Diri ini tidak ada yang mengambil alih maka akibatnya bisa sangat merugikan diri klien.

Eliminasi Bagian Diri perlu dilakukan dengan sangat hati-hati dengan mengajak diskusi dan mendapat persetujuan dari para Bagian Diri lainnya pada level otoritas tertinggi dalam sistem Ego Personality klien.

Penciptaan Bagian Diri Dalam Diri Klien

Hipnoterapis, bila tidak terpaksa sekali, sebaiknya tidak mencipta Ego Personality baru dalam diri klien.Sesulit apapun proses terapi, bila yang digunakan adalah teknik Ego Personality Therapy, terapis perlu semaksimal mungkin menggunakan semua resource yang ada dalam diri klien untuk membantu kesembuhan klien.

Ego Personality baru bisa diciptakan dengan mempertimbangkan banyak faktor. Selain faktor keamanan dan kestabilan bagi keseluruhan sistem Ego Personality, terapis juga harus benar-benar tahu karakter seperti apa yang harus ada pada Ego Personality baru ini yang dapat bermanfaat bagi kehidupan klien.

Umumnya Ego Personality yang diciptakan adalah Introject. Kesalahan yang dilakukan umumnya terapis dalam mencipta Introject adalah terapis hanya memberikan sugesti bahwa mulai sekarang dan seterusnya Introject X aktif di dalam diri klien. Terapis membiarkan pikiran bawah sadar klien, dengan persepsi, pengetahuan, dan pemahamannya yang terbatas mengenai Introject, melekatkan atribut karakter, kecakapan, level energi, dan sebagainya pada Introject baru ini. Seringkali karakter Introject ciptaan terapis ini ternyata berbeda dengan karakter asli yang seharusnya dan yang diharapkan oleh terapis.

Penciptaan Introject ini juga tidak boleh dilakukan untuk tujuan iseng atau main-main. Pernah ada klien yang merasa kesepian karena sering ditinggal suaminya berbisnis ke luar kota minta saya untuk “menghidupkan kembali”, di dalam memorinya, mantan pacarnya saat SMP. Saya tidak tahu entah dari mana klien ini mendapat informasi bahwa secara teknis hipnoterapi kita bisa melakukan hal ini.

Tentu saja permintaan ini saya tolak. Mengapa? Karena akan sangat merugikan kehidupan rumah tangga klien ini. Klien akan melarikan diri dari masalahnya dan masuk ke pikiran bawah sadarnya dan bertemu dengan mantan pacarnya. Semakin sering ia mengunjungi, bertemu, atau berdialog dengan Introject mantan pacarnya maka Introject ini menjadi semakin kuat  dan klien akan menjadi semakin bergantung padanya.

Sampai satu titik tertentu Introject ini akan menjadi sangat kuat dan bisa mengambil alih kontrol diri klien. Introject yang tadinya bersifat sebagai objek kini telah menjadi subjek dan mengendalikan diri klien. Ini sangat riskan.

Walaupun klien bersikeras meminta saya melakukan prosedur ini saya tetap menolak. Saya menyarankan agar klien bicara terbuka dengan suaminya. Ini adalah solusi terbaik.

Penanganan Kasus Tidak Tuntas

Yang dimaksud dengan penangan kasus tidak tuntas adalah terapi berlangsung lebih singkat dari yang telah direncanakan. Misalnya terapis menargetkan empat sesi terapi namun baru satu sesi terapi tidak bisa diteruskan, bisa karena klien atau terapis yang memutuskan untuk tidak meneruskan terapi dengan alasan tertentu.

Penanganan kasus tidak tuntas cenderung akan merugikan klien. Klien bisa merasa tidak mendapat manfaat dari sesi terapi yang telah ia jalani dan menyimpulkan bahwa hipnoterapi tidak efektif sehingga ia tidak lagi mau menjalani sesi terapi lanjutan baik dengan terapisnya atau dengan terapis lain. Selain itu, bila ternyata dalam proses terapi telah berhasil terungkap pengalaman traumatik yang selama ini tertekan di bawah sadar dan pengalaman ini sedianya akan diproses di sesi lanjutan, namun klien atau terapis karena sesuatu hal tidak bisa atau tidak bersedia meneruskan terapi, maka kondisi klien bisa menjadi labil dan semakin memburuk.

Ada juga klien yang meminta dilakukan terapi saat terapis berkunjung ke kota tempat klien tinggal. Klien biasanya berpikir, “Ah, kebetulan terapisnya datang maka saya bisa minta diterapi. Daripada saya yang ke kota tempat tinggal terapis, selain jauh biaya perjalanan juga mahal.”

Walaupun kita merasa kasihan atau tergerak untuk menolong sesama namun dalam hal ini sebaiknya jangan melakukan terapi kecuali kita dapat melakukan terapi hingga empat sesi, baik terapi dilakukan di tempat klien atau klien yang datang ke tempat terapis. Jika klien sulit memenuhi syarat ini sebaiknya jangan melakukan terapi karena bisa berakibat penanganan kasus tidak tuntas.

Gelar Hipnoterapis - master hypnosis

Baru-baru ini di milis Money Magnet ada pertanyaan menarik mengenai gelar yang disandang oleh hipnoterapis. Ada yang memasang C.Ht, C.C.Ht, MH, dan sebagainya. Mana yang benar? Sebenarnya ada banyak “gelar” yang dipasang oleh seseorang setelah ia selesai mengikuti pelatihan hipnosis/hipnoterapi:

1.CH = Certified Hypnotist

2.CHT = Certified Hypnotherapist

3.CCH = Certified Clinical Hypnotist (or Hypnotherapist)

4.CCHt = Client-Centered Hypnotherapist

5.MH = Master Hypnotist

6.CMH = Certified Master Hypnotist

7.DCH = Doctor of Clinical Hypnotherapy (Kalo yang ini, gelar palsu dan menipu)

Dan daftar di atas bisa semakin bertambah panjang bergantung “kreativitas” masing-masing orang.

Mengapa bisa seperti ini? Profesi sebagai hipnoterapis adalah Non-Lincensed Profession. Yang masuk kategori Licensed Profession adalah seperti MD (Medical Doctor), Psikiater, dan Psikolog atau Konselor. Yang dimaksud dengan Licensed Profession adalah suatu pekerjaan yang baru bisa dilakukan setelah menempuh pendidikan selama sekian tahun di Universitas, mengambil pendidikan lanjut, mengikuti tes yang ditetapkan pemerintah, dan baru setelah itu keluar ijin praktiknya yang resmi.

Kalau kita hipnoterapis mau minta ijin praktik maka kita hanya perlu ke dinas kesehatan setempat dan mengajukan ijin. Dan yang luar biasanya adalah kita ini, hipnoterapis, ijinnnya, dulunya, masuk di kategori ijin “Paranormal atau Dukun”. Sekarang sudah ada kemajuan sedikit. Klasifikasi kita meningkat dan masuk ke kelompok “Pijat Refleksi”… ha…ha… Bisa anda bayangkan betapa kacaunya pemahaman orang mengenai hipnosis/hipnoterapi?

Kalau hipnoterapis bisa membuat gelar macam-macam, tidak begitu dengan rekan-rekan Licensed Profession. Itulah sebabnya gelar di kalangan Dokter, misalnya dokter spesialis, atau psikolog, ya itu-itu saja. Nggak bisa menciptakan gelar sendiri. Kalau berani buat gelar sendiri bisa dapat masalah karena melanggar undang-undang.

Garis besar pendidikan hipnosis/hipnoterapi adalah sebagai berikut:

1.  Setelah menyelesaikan pendidikan dasar (basic training) maka alumnus berhak menyandang gelar “Hypnotist”

Untuk yang Basic ini sangat mudah. Bahkan saat ini sudah ada lembaga luar negeri yang menawarkan pembelajaran via internet GRATIS. Setelah menyelesaikan pendidikan ini anda bisa mendapat gelar sebagai Hypnotist. Lembaga ini bukan sembarang lembaga. Saya tahu betul kualitas mereka yang sangat baik.

2.  Setelah menyelesaikan pelatihan tingkat lanjut atau advanced, maka gelar yang biasa digunakan adalah Certified Hypnotherapist atau cukup Hypnotherapist saja.

3.  Setelah menyelesaikan program tingkat lanjut dengan spesialisasi tertentu di bidang klinis, maka gelasnya adalah "Certified Clinical Hypnotist or Hypnotherapist."

Gelar “Master” adalah gelar yang tidak ada artinya dan menyesatkan publik. Mengapa menyesatkan? Karena gelar master adalah untuk S2. Sedangkan hipnoterapis tidak diajarkan sebagai bagian dari materi licensed profession.

Di dunia hipnoterapi, gelar “Doctor” atau Ph.D, juga sangat menyesatkan. Gelar ini tidak ada. Jadi, ini adalah gelar yang dipasang sendiri. Kecuali misalnya anda benar-benar seorang lulusan S3 (Post Graduate) yang belajar hipnoterapi. Gelar S3 anda adalah untuk pendidikan formal anda. Tapi tidak untuk hipnoterapi yang anda pelajari. Kalau anda seorang hipnoterapis, tanpa pendidikan formal S3, dan memasang gelar Ph.D maka Ph.D yang anda pasang bukan Philosophy Doctor tapi Permanent Head Damage... he..he...

Kasus yang saya ceritakan di atas adalah kasus yang terjadi di Amerika. Nah, kalau di Amerika saja bisa seperti ini lalu bagaimana di Indonesia?

Jauh lebih menarik lagi. Di Indonesia, belum ada lembaga resmi, seperti National Guild of Hypnotists (NGH) yang menjadi organisasi rujukan dan tempat bernaung para hipnotis/ hipnoterapis. Mereka menetapkan standar mutu dan kode etik yang sangat ketat. Mereka juga menentukan gelar apa yang boleh digunakan dan tidak boleh digunakan agar profesi sebagai hipnotis/hipnoterapis bisa punya standar yang jelas. Hal ini bertujuan untuk melindungi kepentingan publik.

Nah, berhubung di Indonesia kita belum ada standar yang jelas, siapa saja bisa mengaku sebagai hipnotis atau hipnoterapis, siapa saja bisa mengajar hipnosis/hipnoterapi, siapa saja boleh dan bisa mengeluarkan sertifikasi menurut standar mereka sendiri, maka saat ini marak pelatihan hipnosis/hipnoterapi yang hanya 1 hari atau 2 hari sudah disertifikasi sebagai Certified Hypnotherapist.

Inilah yang menjadi dasar keprihatinan kita bersama. Kita tahu bahwa terapi adalah sesuatu yang serius dan tidak bisa dipelajari dan dikuasai dengan sangat baik hanya dalam waktu 1 hari, 2 hari, 3 hari, atau bahkan 4 hari. Hipnoterapi membutuhkan waktu yang cukup dan proses pembelajaran yang benar untuk bisa benar-benar dikuasai.

Keprihatinan ini telah saya tulis menjadi artikel:

"Sertifikasi vs Kompetensi" dan "Mungkinkah Menguasai Hipnoterapi Hanya Dalam 1 Hari?"

Karena kita masih sangat lemah di aspek legal praktik hipnoterapi maka sampai saat ini subjek atau klien yang mengalami malpraktik tidak bisa melakukan tuntuntan apapun. Hal ini juga disebabkan klien tidak tahu atau tidak mengerti apa sih sebenarnya hipnoterapi itu. Salah satu malpraktik yang biasa dilakukan oleh hipnoterapis adalah aversion therapy.

Quantum Hypnosis Indonesia, bersama dengan para praktisi hipnosis/hipnoterapis atau lembaga pelatihan hipnoterapi lain, yang concern dengan kondisi ini, berusaha menetapkan standar acuan mutu, pelatihan, dan kode etik, untuk Indonesia. Sambil menunggu respon rekan-rekan lain, QHI telah memulai langkah ini.

Pertama, kita telah mendapat legitimasi dari publik. Pelatihan hipnoterapi QHI sejak awal telah menetapkan standar yang sesuai dengan standar NGH yaitu 100 (seratus) jam tatap muka di kelas, atau setara dengan 2 (dua) semester kuliah. Ini tidak termasuk praktik dan membaca buku yang bisa mencapai minimal 50 jam, saat selama mengikuti sesi pelatihan. Pelatihan QHI, walaupun menurut beberapa orang termasuk “mahal”, selalu penuh. Dan dari sini kita bertemu dengan pribadi-pribadi istimewa yang mempunyai visi yang sama untuk membangun dan mengembangkan hipnoterapi di Indonesia demi kemajuan bangsa kita.

Kedua, dan ini berita baik yang baru saya dapatkan, modul pelatihan 100 jam QHI, secara resmi telah diterima di salah satu fakultas psikologi terbaik di Indonesia Timur. Saya telah diminta untuk mengajar materi 100 jam ini untuk mahasiswa S2 Psikologi. Jadi, kita telah mendapat legitimasi dari dunia akademik. Dan sepanjang yang saya ketahui, baru kali ini ada fak. psikologi di Indonesia yang mengajarkan materi hipnoterapi dengan standar kurikulum NGH yaitu 100 jam tatap muka. Hampir 1 tahun saya mengajukan usulan bagi Universitas ini untuk bisa menerima materi QHI sebagai salah satu mata kuliah yang berdiri sendiri untuk diajarkan di S2 Psikologi. Dan alhamdulilah akhirnya terkabulkan.

Mungkin anda akan berpikir, “Wah, enak ya Pak Adi, di publik pelatihan QHI dijual dengan harga Rp. 30 juta. Sekarang Pak Adi mendapat pangsa pasar baru, mahasiswa S2 psikologi.”

Wah, kali ini anda keliru. Saya mengajar di fakultas psikologi ini demi pengembangan keilmuan, bukan untuk cari duit. Saya mengajar full materi 100 jam, dengan standar QHI seperti yang selama ini telah saya lakukan, tapi saya tidak minta tambahan honor. Saya tetap hanya dapat honor sebagai dosen luar biasa. Saya melakukan semua ini karena kecintaan saya pada dunia teknologi pikiran dan harapan untuk bisa semakin mengembangkan hipnoterapi di Indonesia.

Oh ya mengapa saya adalah dosen luar biasa? Ya, karena saya memang biasa di luar… he…he… alias bukan dosen tetap.

Ketiga, kita akan mendapatkan legitimasi dari pemerintah. Besar harapan kita bersama bahwa jika pemerintah akan menetapkan standar mutu pelatihan hipnoterapi di Indonesia maka QHI bisa memberikan sumbang saran. Modul pelatihan QHI memang sejak awal dirancang untuk suatu saat nanti bisa menjadi masukan berharga bagi pemerintah, dalam hal ini Departemen Kesehatan.

info :  http://www.adiwgunawan.com

Kode Etik Profesional Hypnotherapy

Pendidikan :
  • 1.Anggota harus telah menyelesaikan suatu program studi dari lembaga yang beroperasi secara sah. 2.Anggota harus tetap up-to-date dengan materi dan inovasi di bidang pendidikan secara berkelanjutan melalui berbagai pelatihan, artikel, jurnal, dll.
Lingkup Praktek
  • 1. Anggota wajib mematuhi semua, undang-undang Negara terkait dan peraturan tentang praktik hipnosis dan / atau hipnoterapi.
  • 2. Kecuali memenuhi syarat untuk melakukannya dengan peraturan lain, anggota harus menghindari penggunaan bahasa psikologi atau obat ketika bekerja dengan klien, kecuali dalam hal-hal yang eksplisit sebagai arahan dari institusi kesehatan mental atau medis profesional yang berlisensi
3. Menghindari hal-hal yang bersifat Vulgar, tidak pantas, bernada seksual, merendahkan atau memalukan citra, pada saat klien terhipnosis.

Periklanan
  • 1.Setiap iklan hipnosis atau hipnoterapi layanan terkait, disajikan secara faktual dan etis. Hanya profesional yang terlatih yang dapat memberikan pelayanan hipnosis bersama dengan profesional atau spesialisasi lain
  • 2. Anggota tidak diperkenankan menyebarkan klaim palsu atau hal yang melebih-lebihkan tentang hipnosis/hipnoterapi, tetapi akan mencoba sebisa mungkin untuk menginformasikan dan mendidik masyarakat dengan perspektif yang benar tentang hipnosis/hipnoterapi.
Profesionalisme
  • 1.Anggota harus melakukan sesi secara profesional.
  • 2.Anggota harus memiliki sikap bertanggung jawab dalam mempertahankan nama baik hipnosis dan Anggota secara pribadi
  • 3.Anggota umum harus mempertahankan sikap profesional terhadap profesi lain mengekspresikan pandangan berbeda pada hipnosis.
  • 4.Anggota harus menetapkan dan memelihara catatan yang tepat diperlukan untuk sebuah praktek profesional.
  • 5.Tidak boleh terjadi hubungan di luar profesional diantara Anggota dan klien-nya selama sesi hipnosis dan untuk jangka waktu minimal 2 tahun setelah hubungan profesional berakhir
Teknis Praktek yang disarankan
  • 1.Sebelum masuk ke dalam suatu hubungan profesional, Anggota harus mengungkapkan kepada klien tentang : Pengertian hipnosis, Tujuan hipnosis, Panjang sesi terapi yang dibutuhkan dan Potensi biaya terapi.
  • 2.Pelayanan tidak boleh diberikan sampai terjadi kesepakatan dari klien
  • 3.Berakhirnya hubungan profesional antara Anggota dengan klien dapat terjadi apabila klien merasa tidak lagi memperoleh manfaat dari layanan lanjutan yang diberikan Anggota dan Anggota tidak disarankan memberikan layanan hipnoterapi apabila anggota merasa tidak memiliki keyakinan kesembuhan kepada Klien
Kerahasiaan
Semua hal antara Anggota dan Klien bersifat rahasia. Tidak ada pihak ketiga akan memiliki akses ke informasi yang diberikan kepada Anggota oleh Klien. Pengecualian :
  • Jika Klien telah memberikan izin tertulis untuk membocorkan informasi pribadi;
  • Klien memiliki kehidupan yang berisiko apabila menahan informasi pribadi, atau
  • Klien berkaitan dengan kasus hukum tertentu
Arahan
  • 1. Jika selama sesi penyembuhan, diperoleh informasi bahwa klien sebaiknya berkonsultasi dengan profesional lainnya yang sesuai, maka sesi akan berakhir, namun arahan atau konsultasi dapat tetap dilakukan jika diminta oleh Klien.
  • 2. Ketika Anggota merekomendasikan bahwa klien berkonsultasi dengan kolega atau perawatan kesehatan profesional lainnya, Anggota sebaiknya menyediakan kepada klien dengan tiga atau lebih nama yang direkomendasikan.

www.wisdomhypnotherapy.com

Kode Etik Profesi


Kode etik profesi merupakan kriteria prinsip profesional yang telah digariskan, sehingga diketahui dengan pasti kewajiban profesional anggota lama, baru, ataupun calon anggota kelompok profesi. Kode etik profesi telah menentukan standarisasi kewajiban profesional anggota kelompok profesi. Sehingga pemerintah atau masyarakat tidak perlu campur tangan untuk menentukan bagaimana profesional menjalankan kewajibannya.

Kode etik profesi pada dasarnya adalah norma perilaku yang sudah dianggap benar atau yang sudah mapan dan tentunya lebih efektif lagi apabila norma perilaku itu dirumuskan secara baik, sehingga memuaskan semua pihak.

Prinsip dasar di dalam etika profesi :

1. Prinsip Standar Teknis, profesi dilakukan sesuai keahlian
2. Prinsip Kompetensi, melaksanakan pekerjaan sesuai jasa profesionalnya, kompetensi dan     ketekunan
3. Prinsip Tanggungjawab, profesi melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional
4. Prinsip Kepentingan Publik, menghormati kepentingan publik
5. Prinsip Integritas, menjunjung tinggi nilai tanggung jawab professional
6. Prinsip Objektivitas, menjaga objektivitas dalam pemenuhan kewajiban
7. Prinsip Kerahasiaan, menghormati kerahasiaan informasi
8. Prinsip Prilaku Profesional, berprilaku konsisten dengan reputasi profesi.

Istilah profesi adalah suatu hal yang berkaitan dengan bidang tertentu atau jenis pekerjaan (occupation) yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian, sehingga banyak orang yang bekerja tetapi belum tentu dikatakan memiliki profesi yang sesuai. Dengan keahlian saja yang diperoleh dari pendidikan kejuruan, juga belum cukup untuk menyatakan suatu pekerjaan dapat disebut profesi. Tetapi perlu penguasaan teori sistematis yang mendasari praktek pelaksaan, & penguasaan teknik intelektual yang merupakan hubungan antara teori dan penerapan dalam praktek. Maka orientasi utama profesi adalah untuk kepentingan masyarakat dengan menggunakan keahlian yang dimiliki.

Kode Etik Lainya :
http://www.indohypnosis.com/files/kode-etik-anggota-iha.pdf
http://de-de.facebook.com/notes/indonesian-association-of-clinical-hypnotherapist-iach/kode-etik-indonesian-association-of-clinical-hypnotherapist-iach/152475174784587?comment_id=1457597&offset=0&total_comments=35

Belajar dengan Metode Hypno Teaching

Selamat datang kembali. Ketika Anda bersedia membaca artikel ini, membuktikan bahwa Anda adalah seorang guru atau pendidik yang memiliki dedikasi yang tinggi pada profesi Anda. Anda adalah seorang profesional yang memiliki visi mencerdaskan anak didik Anda. Lebih dari sekedar mencari status kepegawaian atau sertifikasi. Salut untuk Anda. Bravooooo……..

Berikut ini saya akan berbagi cerita tentang cara menyajikan materi pelajaran dengan sebuah teknik yang diistilahkan dengan “hypnoteaching”. Yaitu menyajikan materi pelajaran dengan menggunakan bahasa-bahasa bawah sadar. Sehingga perhatian siswa akan tersedot secara penuh pada materi Anda. Sama persis seperti ketika Anda yang laki-laki, ketika mengendara kendaraan di jalan. Kemudian tiba-tiba ada sorang cewek secantik Luna Maya menyebrang jalan dengan pakaian yang menempel lekat pada seluruh bagian lekuk tubuhnya. Sehingga tanpa Anda sadari perhatian Anda selama sekian detik akan tertuju pada cewek cantik tersebut. Betulkah demikian ? Bisa Anda bayangkan bila cewek cantik tersebut menghampiri Anda dan mengajak Anda berbincang. Seberapa kuat Anda berpaling dari cewek cantik tersebut ??

Atau serupa dengan Anda yang perempuan, ketika berjalan di sebuah shopping center kemudian melihat baju yang begitu anggun sedang terpajang di etalase sebuah toko pakaian. Atau sebuah papan pengumuman besar yang digantung di depan pintu toko, dengan tulisan Big Sale 75% Off. Berapa detik perhatian Anda secara spontan tersedot pada pajangan tersebut ? Bayangkan lebih lagi jika ada pramuniaganya yang ramah menyapa Anda dan berkata “silahkan ibu / mbak. Silahkan pilih yang ibu / mbak suka. Setiap pembelian 3 buah barang akan mendapat bonus voucher belanja senilai Rp 100rb”. Pertanyaan saya, Seberapa kuat Anda berpaling dari hal tersebut ?

Hal-hal yang sangat menarik bukan ? Ya itulah yang terjadi ketika sebuah pesan disampaikan melalui bahasa bawah sadar. Sehingga Anda akan memperhatikan dan enggan untuk berpaling. Anda merasa sangat senang dan bahagia ketika itu. Meski sebelumnya Anda tidak memiliki rencana untuk “memelototi” cewek cantik atau membeli baju.

Hal itulah yang bisa juga Anda lakukan pada anak didik Anda. Yaitu membuat mereka memberikan perhatian yang tinggi pada pelajaran Anda, bersemangat dan bahagia ketika mengikuti sesi pelajaran Anda. Bukan seperti kebanyakan yang sering terjadi. Mengikuti sesi pelajaran karena terpaksa dan tertekan.

Untuk melakukan hypnoteaching, hanya diperlukan langkah-langkah sederhana namun jitu. Seperti jurus bela diri tai chi yang lemah gemulai namun sangat power full untuk menghajar lawan.

Untuk menjadi ahli dalam hypnoteaching, diperlukan latihan yang wajib dilakukan sesering mungkin ketika menyajikan sesi pelajaran. Dengan menerapkan langkah-langkah dasar yang akan saya ceritakan berikutnya, Anda akan bisa setara dengan para trainer atau motivator top Indonesia, bahkan dunia. Seperti Anda ketahui, para motivator dan trainer SDM, selalu bisa membuat audience-nya antusias selama mengikuti sesinya. Disamping dapat memberikan stimulasi-stimulasi pencerahan, yang dapat menjadi bekal berharga pasca mengikuti sesi. Selain pula, …………….ssssssssssttttt…………..tarifnya muahaaaal.

Apakah Anda bersedia untuk meng-upgrade diri Anda menjadi semakin luar biasa seperti itu ???

Berikut ini adalah langkah-langkah dasar yang wajib dilakukan agar dapat menguasai jurus menjadi guru yang setara dengan motivator dunia. Langkah-langkah tersebut adalah :

1. Niat dan motivasi dalam diri Anda.

Kesuksesan seseorang tergantung pada niat seseorang untuk bersusah payah dan bekerja cerdas untuk mencapai kesuksesan tersebut. Niat yang besar akan memunculkan motivasi yang tinggi, serta komitmen untuk concern dan survive pada bidang yang Anda tekuni. Sehebat apapun metode yang saya ceritakan, sesukses apapun orang-orang yang telah melaksanakan teknik ini, tanpa niat yang besar dari Anda, maka Anda hanya menjadi Anda yang sekarang. Tidak bertambah dan berkembang kualitasnya. Sebaliknya, jika Anda memiliki niat yang besar untuk mempelajari dan melatih hypnoteaching, maka Anda akan membuktikan sendiri betapa dahsyatnya metode ini.

Saran saya, lakukan saja sesuatu yang Anda yakin akan dapat mengembangkan kualitas diri Anda. Termasuk hypnoteaching. Abaikan suara-suara dan perasaan-perasaan yang menghambat untuk maju.

2. Pacing.

Langkah kedua ini adalah langkah yang sangat penting. Pacing berarti menyamakan posisi, gerak tubuh, bahasa, serta gelombang otak dengan orang lain, atau siswa Anda.

Prinsip dasar disini adalah “manusia cenderung, atau lebih suka berkumpul / berinteraksi dengan sejenisnya / memiliki banyak kesamaan”. Mengertikah Anda tentang maksud saya ini ?

Misalnya Anda menghadiri sebuah pertemuan seluruh warga di tempat tinggal Anda. Dimana terdapat beberapa strata usia, diantaranya bapak-bapak, ibu-ibu, remaja, anak-anak. Misalnya mereka datang dari berbagai penjuru secara acak, dan kemudian dipersilahkan dengan bebas untuk memilih tempat duduk. Kira-kira apakah bapak-bapak, ibu-ibu, remaja dan anak-anak duduk secara membaur dan acak ? Atau mereka cenderung berkumpul sesuai usianya ? Bapak-bapak memilih untuk ngobrol dengan sesame bapak-bapak. Sedang ibu-ibu juga memilih melakukan hal yang sama. Remaja dan anak-anak pun akhirnya sibuk bercanda dengan sesamanya. Benar demikian ?

Belum lagi para penggemar sepak bola akan ngobrol seru dengan sesama penggemar sepak bola. Penggemar gossip pun akan berkumpul dengan orang-orang yang sama-sama suka gossip.

Secara alami dan naluriah, setiap orang pasti akan merasa nyaman dan senang untuk berkumpul dengan orang lain yang memiliki kesamaan dengannya. Seperti misalnya Anda yang berprofesi sebagai guru / pendidik. Jika Anda boleh memilih, pasti Anda lebih nyaman berkumpul dan ngobrol bersama sesama guru / pendidik meski dari usia yang berbeda-beda, daripada Anda berkumpul dengan para anggota DPR atau pengusaha pabrik yang kaya raya, atau mungkin para gembel. Jika Anda merasa nyaman berkumpul dengan orang pada golongan tertentu, hal tersebut berarti Anda memiliki banyak kesamaan dengan orang-orang dalam golongan tersebut. Coba anda renungkan………

Kesamaan-kesamaan diantara beberapa orang, akan memancarkan gelombang otak yang sama. Sehingga orang-orang dalam golongan itu akan merasa nyaman berada di dalamnya. Dengan kenyamanan yang bersumber dari kesamaan gelombang otak ini, maka setiap pesan yang disampaikan dari orang satu pada orang-orang yang lain akan dapat diterima dan dipahami dengan sangat baik.

Sama dengan siswa-siswa kita. Jika mereka membenci sesi pengajaran Anda, berarti gelombang otak Anda belum setara dengan mereka. Anda dan para siswa Anda belum “click”. Meskipun usia Anda jauh lebih tua daripada siswa Anda, namun gelombang otak dapat disetarakan dengan melakukan atau seakan-akan melakukan dan berfikir seperti siswa Anda.

Dalam hal ini, Anda wajib mengalah terlebih dahulu. Dalam arti Andalah yang harus menyesuaikan gelombang otak Anda pada siswa Anda. Bukan sebaliknya siswa Anda yang menyesuaikan gelombang otak Anda.

Cara-cara melakukan pacing pada siswa Anda :

• Bayangkan Anda adalah seusia siswa-siswa Anda. Disamping juga melakukan aktivitas dan merasakan hal-hal yang dialami siswa-siswa Anda pada masa SEKARANG. Bukan pada saat Anda masih sekolah dulu.

• Gunakan bahasa yang sesuai dengan bahasa yang sering digunakan oleh siswa-siswa Anda. Kalau perlu gunakan bahasa gaul yang sedang trend di kalangan siswa-siswa Anda.

• Lakukan gerakan-gerakan dan mimik wajah yang sesuai dengan tema bahasan Anda.

• Sangkutkan tema pelajaran Anda dengan tema-tema yang sedang trend di kalangan siswa-siswa Anda.

• Selalu update pengetahuan Anda tentang tema, bahasa hingga gossip terbaru yang sedang trend di kalangan siswa Anda.

Dengan melakukan hal-hal tersebut, maka tanpa sadar gelombang pikiran Anda telah sama dengan para siswa. Akibatnya adalah siswa-siswa Anda merasa nyaman untuk bertemu dengan Anda.

Jika hal ini telah terjadi, maka bersiaplah untuk melakukan langkah berikutnya.

3. Leading.

Leading berarti memimpin atau mengarahkan setelah proses pacing Anda lakukan. Jika Anda melakukan leading tanpa didahului dengan pacing, hal itu sama saja dengan memberikan perintah pada siswa Anda dengan resiko siswa Anda melakukannya dengan terpaksa dan tertekan. Hal ini akan berakibat pada penolakan siswa Anda pada diri Anda. Atau lebih kongkritnya adalah siswa Anda akan lebih senang dan gembira ketika Anda menderita sakit sehingga tidak dapat mengajar pada jam Anda. Maukah Anda menjadi guru yang demikian ?? Saya yakin Anda ingin sebaliknya.

Setelah Anda melakukan pacing, maka siswa Anda akan merasa nyaman dengan Anda. Pada saat itulah hampir setiap apapun yang Anda ucapkan atau tugaskan pada siswa Anda, maka siswa Anda akan melakukannya dengan suka rela dan bahagia.

Anda bagaikan kekasih bagi siswa Anda (bukan berarti melibatkan romantisme). Dalam arti, siswa Anda akan selalu menantikan sesi pelajaran Anda. Sesulit apapun materi Anda, maka pikiran bawah sadar siswa Anda akan menangkap materi pelajaran Anda adalah hal yang mudah. Jika siswa Anda yakin bahwa pelajaran Anda adalah mudah, maka sesulit apapun soal ujian yang diujikan, akan ikut menjadi mudah, dan siswa Anda akan dapat meraih prestasi belajar yang gemilang. Menakjubkan bukan ?

4. Gunakan kata positif.

Langkah berikutnya adalah langkah pendukung dalam melakukan pacing dan leading. Penggunaan kata positif ini sesuai dengan cara kerja pikiran bawah sadar yang tidak mau menerima kata negative. Contohnya adalah sebagai berikut, perhatikan kalimat saya berikut ini :

“Bapak – ibu guru sekalian. Saya minta Anda untuk jangan pernah sekali-kali membayangkan kelinci memakai topi. Saya ulangi lagi bahwa Anda tidak diperkenankan sama sekali untuk membayangkan kelinci memakai topi. Karena Anda saat ini benar-benar dilarang keras untuk membayangkan kelinci memakai topi. Sekali lagi saya ingatkan jangan pernah mencoba untuk membayangkan kelinci memakai topi”.

Apa yang terjadi ? Apakah Anda malah sempat membayangkan kelinci yang memakai topi ? Padahal saya telah bilang jangan pernah, tidak diperkenankan, dilarang keras, dan jangan pernah mencoba. Namun yang terjadi adalah Anda semakin membayangkan.

Jika Anda ingin lebih membuktikan hal ini, bacakan kalimat tersebut pada rekan kerja Anda, atau pada siswa Anda. Saya yakin akan banyak sekali yang tertawa terbahak-bahak, karena terbayang betapa lucunya kelinci memakai topi.

Itulah yang terjadi pada pikiran bawah sadar manusia, yaitu tidak menerima kata negative. Jika ada kata negative, maka yang diterima adalah kata dibelakang kata negative tersebut. Sedangkan kata negative-nya diabaikan. Misalnya kalimat “jangan ramai”, maka yang ditangkap adalah “ramai”. Maka yang terjadi siswa Anda malah ramai.

Anda bisa lakukan percobaan kecil pada anak yang berusia dibawah 5 tahun. Karena pada usia ini pikiran sadarnya belum terbentuk sempurna. Sehingga masih didominasi oleh pikiran bawah sadar. Ketika anak usia dibawah 5 tahun menangis, coba katakan “jangan nangis”, maka yang terjadi adalah ia menangis semakin keras.

Dalam hal ini, sebaiknya cari padanan kata yang positif. Misalnya “jangan ramai” diganti “tenang” atau “diam”.

Saya yakin Anda, sebagai guru pasti lebih kreatif dalam memilih padanan kata daripada saya.

5. Berikan pujian.

Pujian merupakan reward peningkatan harga diri seseorang. Pujian merupakan salah satu cara untuk membentuk konsep diri seseorang. Maka berikanlah pujian dengan tulus pada siswa Anda. Khususnya ketika ia berhasil melakukan atau mencapai prestasi. Sekecil apapun bentuk prestasinya, tetap berikan pujian. Termasuk ketika ia berhasil melakukan perubahan positif pada dirinya sendiri, meski mungkin masih berada di bawah standart teman-temannya, tetaplah berikan pujian. Dengan pujian, seseorang akan terdorong untuk melakukan yang lebih dari sebelumnya.

Dalam memberikan pujian, hindari pula kata penghubung negative. Misalnya : tapi, namun, cuma saja, dan lain sebagainya. Karena penggunaan kata-kata tersebut akan membuat pujian Anda sia-sia dan terkesan mengolok-olok.

Contohnya kalimat seperti ini :

“Adi, kamu itu anak yang pandai, ibu / bapak seneng sekali punya murid seperti kamu. Tapi sayangnya kamu kurang memperhatikan kerapian pakaianmu”.

Bayangkan jika anda sendiri dipuji orang dengan kalimat seperti itu. Pernahkah Anda dipuji dengan kalimat seperti itu ? Saya yakin pernah. Coba Anda ingat dan rasakan kembali pada saat anda dipuji dengan kalimat seperti itu. Dapatkah Anda rasakan seakan-akan Anda merasa bangga ketika awal kalimat itu diucapkan. Dan kemudian seakan-akan ada perisai besar dan tebal menyelimuti diri Anda, ketika kata “tapi” diucapkan ? Coba bayangkan kembali.

Jika pujian digabungkan dengan kritik atau saran, maka yang lebih tertangkap adalah bentuk penyerangan pada harga diri orang yang di puji. Bukannya meningkatkan harga diri, malah menjatuhkan. Memang ini adalah hal yang sepele dan sering terjadi. Namun efeknya sangat besar dalam system psikologis seseorang.

Cara untuk menghindari kata penghubung negative adalah dengan menghilangkan kata penghubung tersebut. Misalnya “Kamu sebetulnya adalah siswa yang pandai, sangat membanggakan. Akan lebih membanggakan lagi kalau kamu lebih memperhatikan kerapian penampilanmu”. Dengan demikian perisai pelindung harga diri belum sempat keluar, namun sudah keburu pesan perbaikan (kritik) masuk dalam program bawah sadarnya.

6. Modeling.

Modeling adalah proses memberi tauladan melalui ucapan dan perilaku yang konsisten. Hal ini sangat perlu dan menjadi salah satu kunci hypnoteaching. Setelah siswa menjadi nyaman dengan Anda, kemudian dapat Anda arahkan sesuai yang Anda inginkan, dengan modal kalimat-kalimat positif. Maka perlu pula kepercayaan (trust) siswa pada Anda dimantapkan dengan perilaku Anda yang konsisten dengan ucapan dan ajaran Anda. Sehingga Anda selalu menjadi figure yang dipercaya.

Sangat mudah bukan. Metode ini sangat dahsyat jika Anda terapkan pada siswa Anda. Atau jika Anda berkenan, Anda juga dapat menerapkannya pada rekan kerja Anda, istri/suami Anda, putra-putri Anda, orang tua Anda, tetangga Anda.

Sekali lagi saya ingatkan, bahwa metode ini sangat dahsyat mempengaruhi pikiran lawan bicara Anda. Terlebih jika Anda selalu melatihnya setiap saat. Namun jika artikel ini hanya Anda maknai hanya sebagai pengetahuan, maka Anda akan mendapatkan sebuah wacana yang luar biasa.

Akhirnya, saya mengucapkan selamat mencoba metode terdahsyat masa ini. Metode yang dapat membuat siswa Anda menjadi senang bersekolah, dan menjadi insan cerdas yang luar biasa.

Salam Sukses Dari Saya…….. info.com

Sertifikasi Hypnotherapist

Certified Hypnotherapist or Qualified Hypnotherapist?  Saat bertemu dengan seorang rekan bisnis, baru-baru ini, kami sempat diskusi mengenai banyak hal dan akhirnya sampai pada aktivitas saya sebagai penulis buku, trainer, dan juga seorang hipnoterapis. Waktu mendengar bahwa saya adalah seorang hipnoterapis rekan ini langsung bertanya, “Pak Adi, apakah ada standarisasi profesi hipnoterapis di Indonesia?”
“Maksudnya?” tanya saya.
“Begini Pak Adi. Tiga bulan lalu adik saya menjalani hipnoterapi” jelas rekan saya.
“Apa masalah adik Pak Budi?” tanya saya lebih lanjut.
“Adik saya ini kan lagi punya masalah. Dia stress berat karena anaknya meninggal. Saking stressnya adik saya sampai sulit tidur dan akhirnya mendengar suara-suara. Ada suara orang yang memanggil-manggil, ada yang marah-marah, ada yang menertawakan dia. Padahal sebenarnya nggak ada orang di sekitarnya. Jadi, dia itu halusinasi. Dia diterapi oleh tiga hipnoterapis. Yang pertama sebanyak 10 sesi. Nggak ngefek. Lalu sempat diterapi oleh hipnoterapis kedua sebanyak 7 sesi. Juga nggak ngefek sama sekali. Baru setelah dihipnoterapi oleh terapis ketiga, sebanyak tiga sesi, adik saya menunjukkan kemajuan walaupun belum sembuh total. Dia sudah bisa tidur, tapi suara-suara itu masih terdengar. Walau nggak sesering sebelumnya” jawabnya.
“Berarti adik Pak Budi sudah mengalami banyak kemajuan, kan?” tanya saya lagi.
“Nah, ini yang membuat saya bingung. Sama-sama hipnoterapis, sama-sama punya gelar C.Ht, tapi mengapa kemampuan mereka berbeda? Harusnya kalau sudah punya gelar C.Ht mampu menangani kasus yang sama dong. Bahkan dari kartu nama hipnoterapis yang menangani adik saya dua di antaranya adalah anggota dari asosiasi apa gitu di Amerika. Apakah seperti itu, memang berbeda-beda, ataukah ada standar tertentu?” tanyanya lagi.
Pembaca, cukup panjang diskusi saya dengan Pak Budi. Saya menanyakan beberapa hal lagi sebelum memberikan penjelasan kepada Pak Budi. Saya menemukan mengapa terapi yang dilakukan oleh dua terapis pertama tidak efektif. Ulasan berikut ini adalah penjelasan yang saya sampaikan pada Pak Budi untuk meluruskan beberapa hal berkenaan dengan teknik terapi, gelar hipnoterapis, proses, dan hasil terapi.
Apakah dua terapis pertama yang menerapi adik Pak Budi tidak efektif?
Jawabannya, “Belum tentu”.
Yang perlu diingat terapi adalah kontrak upaya, bukan kontrak hasil. Tidak ada jaminan bahwa klien pasti sembuh bila dihipnoterapi. Dan terapis juga tidak pernah dan tidak boleh menjanjikan kesembuhan. Keberhasilan terapi bergantung pada dua pihak, klien dan terapis.
Saya akan bahas terlebih dahulu aspek klien. Beberapa faktor yang sangat penting, yang harus dipenuhi oleh klien, agar terapi bisa berjalan dengan baik dan mencapai hasil optimal adalah antara lain:
1.Klien bersedia diterapi atas kesadarannya sendiri, bukan atas permintaan, bujukan, rayuan, atau paksaan dari pihak lain.
2.Klien percaya sepenuhnya pada terapis.
3.Klien all-out menjalani sesi terapi.
4.Klienbersikap jujur, sepenuhnya terbuka, dan menjawab semua pertanyaan terapis.
5. Bersedia menjalani sesi terapi sebanyak yang ditetapkan terapis.
Bila klien bersedia melakukan hal di atas maka keberhasilan terapi selanjutnya ditentukan oleh pengetahuan, kecakapan, pengalaman, dan kreativitas terapis.

Merujuk pada judul artikel ini maka saya membagi hipnoterapis menjadi dua kategori yaitu certified hypnotherapist dan qualified hypnotherapist. Lho, apa bedanya?
Tidak seperti dokter, psikolog, atau psikiater yang masuk kategori licensed profession, hipnoterapis, di Amerika hingga saat ini, masuk kategori non-licensed profession. Nah, ini di Amerika yang aturannya ketat dan jelas. Lalu bagaimana dengan di Indonesia? Sabar ya, saya jelaskan hal lain dulu.
Pendidikan hipnoterapis berbeda dengan pendidikan dokter, psikolog, atau psikiater walaupun sama-sama berada di healing profession. Untuk menjadi dokter, misalnya, kita perlu sekolah di fakultas kedokteran selama sekitar 5 -7 tahun dan harus lulus ujian. Setelah itu, untuk bisa praktik, seorang dokter harus mendapat surat ijin praktik dari pemerintah. Kalau mau jadi dokter spesialis ya sekolah lagi. Mau jadi konsulen, sekolah lagi. Jadi, jenjangnya jelas.
Demikan juga dengan menjadi psikolog. Yang bisa jadi psikolog adalah mereka yang selesai kuliah di S1 dan S2 Psikologi. Jadi, S1 dan S2 harus linier. Sedangkan untuk menjadi psikiater adalah dengan menjadi dokter umum dulu dan dilanjutkan dengan mengambil S2 Ilmu Kejiwaan. Baik psikolog dan psikiater harus punya ijin praktik resmi dari pemerintah.
Bagaimana kalau mau jadi hipnoterapis? Wah… ini bergantung pada masing-masing lembaga yang menyelenggarakan pendidikan atau pelatihan. Ada lembaga yang memberikan sertifikasi hipnoterapis cukup hanya dengan dua hari pelatihan. Ada lagi yang empat hari, enam hari, atau bahkan sampai sembilan hari. Intinya, semua peserta yang telah menyelesaikan pelatihan pasti diberi sertifikat dan dinyatakan, oleh lembaga itu, sebagai C.Ht atau certified hypnotherapist.
Apakah certified hypnotherapist juga berarti qualified hypnotherapist?
Nah, ini yang belum tentu.
Mengapa masing-masing lembaga bisa memberikan sertifikasi atau C.Ht., padahal lama masa pendidikannya berbeda?
Ini semua bergantung pada kurikulum yang diajarkan di lembaga itu. Kalau begitu, apakah ada standar kurikulum untuk menjadi certified hypnotherapist?
Jawabannya, “Belum ada kurikulum standar yang diterima semua lembaga.”
Ini kondisi yang terjadi di Amerika, lho. Dengan demikian kurikulum hipnoterapi sangat beragam, bergantung pada lembaga yang menyelenggarakan pelatihan. Memang di tahun 1992, Corry Hammond dan Gary Elkins memulai proyek untuk menentukan konten pendidikan profesi hipnoterapis klinis (Elkins&Hammond, 1998).
Mereka menelusuri pemikiran dan melakukan wawancara terhadap para pakar hipnoterapi klinis, pengajar, dan ilmuwan dari semua orientasi teoritis. Dari total 109 responden, 31% adalah pakar yang sangat disegani di disiplin ilmu mereka dan mewakili lembaga terkemuka, seperti The American Boards of Clinical Hypnosis. Hasil survei ini akhirnya dirangkum menjadi The Standards of Training in Clinical Hypnosis (SOTCH; Hammond & Elkins, 1994)
SOTCH dibagi menjadi level basic dan intermediate, masing-masing lamanya 20 jam pelatihan. Sejak tahun 1998 The American Society of Clinical Hypnosis dan The Society for Clinical and Experimental Hypnosis, organisasi ternama untuk profesional di bidang kesehatan di Amerika, mensyaratkan setiap calon anggotanya untuk mengikuti workshop 20 jam mengikuti standar SOTCH.
Di tahun 2006, The International Society of Hypnosis (ISH) mengadopsi SOTCH untuk workshop basic di International Congress of Hypnosis ke 17 di Acapulco, Mexico. Organisasi lain, baik pada skala nasional maupun lokal, di Amerika, menggunakan konten yang berbeda.
NGH mensyaratkan pelatihan 100 jam. Lembaga lain, lain pula kebijakannya. Ada yang mensyaratkan minimal 150 jam dan bahkan ada yang 200 jam tatap muka. Ini dari segi waktu pendidikan. Bagaimana dengan konten atau kurikulum pelatihan? Semua bergantung pada siapa tokoh pendiri lembaga itu. Hipnoterapi, walaupun semua bicara mengenai pikiran bawah sadar namun teknik intervensi klinis, pemahaman cara kerja pikiran, dan teori yang digunakan atau dikembangkan berbeda antara pakar yang satu dengan yang lain.
Saya, kebetulan, sempat menelusuri kurikulum beberapa lembaga pelatihan hipnoterapi terkemuka di Amerika. Saya bahkan sempat mendaftar untuk belajar online. Untuk yang ini saya hanya ikut yang kelas advanced yang diselenggarakan (alm) Gil Boyne. Ternyata setiap lembaga punya kurikulum sendiri, sangat beragam, dan dengan penekanan yang berbeda.
Untuk menjadi certified hypnotherapist saat ini sangat mudah. Hanya dengan mengikuti kelas online kita bisa mendapatkan sertifikat dari lembaga itu, yang juga diakui oleh lembaga yang lebih besar lagi di Amerika.
  
Bagaimana dengan standar pendidikan hipnoterapis di Indonesia?
Sama saja dengan yang di Amerika. Belum ada standar baku. Masing-masing lembaga punya kurikulum sendiri. Masing-masing punya kelebihan dan keterbatasan. Semua bergantung pada siapa pendiri lembaganya, pengetahuan, pengalaman, dasar teori yang digunakan, dan kiblat atau aliran hipnoterapi yang dipelajari dan dipraktikkan oleh pendiri lembaga itu.
Hingga saat ini belum ada satupun lembaga resmi hipnoterapi, yang diakui oleh pemerintah Indonesia, yang berperan seperti IDI atau HIMPSI. Kalaupun ada lembaga yang mengaku sebagai asosiasi hipnoterapis maka ini benar dalam pengertian lembaga ini adalah lembaga yang menaungi alumni sendiri, tidak diakui atau belum diterima sebagai lembaga resmi nasional, dan juga belum menjadi afiliasi dari hipnoterapis lulusan lembaga lain. Jadi, cukup rumit ya?
Kembali ke pertanyaan, “Apakah certified berarti qualified?”
Ini bisa ya, bisa tidak. Setelah selesai pendidikan semua peserta secara otomatis certified atau tersertifikasi menjadi hipnoterapis. Namun sertifikasi ini bukan jaminan bahwa ia qualified. Mengapa saya mengatakan demikian?
Memang sangat sulit untuk menentukan apakah seorang certified hypnotherapist juga adalah seorang qualified hypnotherapist. Bahkan Dr.David Waxman (President British Society of Medical & Dental Hypnosis),  dalam surat yang ditulisnya kepada Daily Telegraph, dan dimuat pada tanggal 5/10/1984 dengan cukup keras dan tegas menyatakan:
 "It is time that the general public be informed that there is no such person as a ‘qualified hypnotherapist’, and claims of degrees in this speciality exist only in the fantasies of the so-called ‘therapist’. No properly recognised degrees in hypnosis are issued anywhere in the world."
(Sudah saatnya awam diberitahu bahwa sebenarnya tidak ada seorang pun yang dapat disebut sebagai ‘qualified hypnotherapist’, dan pengakuan akan gelar dalam bidang ini hanyalah fantasi dari mereka yang disebut ‘terapis’. Tidak ada satu pun lembaga di dunia yang memberikan gelar resmi dalam bidang hipnosis)
Pernyataan Dr. David Waxman ini juga secara gamblang dan lugas menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada satu pun lembaga pendidikan formal, seperti universitas, yang memberikan gelar akademik resmi sebagai hipnotis atau hipnoterapis. Jadi, tidak benar bila ada yang mengaku bahwa mereka adalah lulusan S2 atau bahkan S3 hipnoterapi dari universitas tertentu di luar negeri.
Terlepas dari apa yang dikatakan oleh Dr.David Waxman, menurut hemat saya, setidaknya kita bisa mengatakan seorang hipnoterapis sebagai qualified hypnotherapist bila ia mampu melakukan terapi, mengikuti kaidah keilmuan yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, dan mampu membantu klien mengatasi masalah.
Qualified ini juga berjenjang bergantung pada kasusnya. Ada kasus yang ringan. Ada kasus yang berat. Ada kasus yang sangat berat. Hipnoterapis yang qualified menyembuhkan kasus ringan, misalnya seperti fobia, berhenti merokok, kurang percaya diri, dan yang sejenisnya, belum tentu qualified menangani kasus yang lebih berat seperti kecemasan tinggi, PTSD, OCD, apalagi sampai ke kasus penyakit psikosomatis berat, depresi dengan kecenderungan bunuh diri, schizophrenia, bipolar, dan bahkan DID (Dissociative Identity Disorder).
Lalu, bagaimana menjadi certified dan juga qualified hypnotherapist?
Ini semua diawali dengan diri kita sendiri. Apakah tujuan utama kita menjadi hipnoterapis? Apakah hanya untuk tahu apa itu hipnosis atau hipnoterapi, ataukah untuk sungguh-sungguh belajar dan menjadi hipnoterapis yang cakap dan andal yang mampu membantu sesama? Apakah kita bersedia meluangkan waktu untuk belajar dan berlatih mengembangkan keterampilan dan kemampuan terapi kita?
Selanjutnya kita perlu hati-hati memilih lembaga tempat kita belajar. Pastikan trainer yang mengajar kita adalah praktisi atau hipnoterapis aktif dan telah terbukti menangani banyak kasus, baik mulai kasus ringan hingga kasus yang berat.
Sebelum belajar ke trainer ini kita perlu bertanya mengenai sertifikasinya, dari mana ia belajar hipnoterapi, sudah berapa lama praktik, sudah berapa banyak klien yang ia tangani, kasus apa saja yang pernah ia tangani, dan bagaimana dengan tingkat keberhasilan terapinya.
Mengapa kita perlu menanyakan reputasi dan kredibilitas trainer atau lembaga?
Karena setelah selesai pendidikan dan menjadi certified hypnotherapist kita pasti akan praktik dan menerima klien. Seringkali kasus yang kita hadapi di ruang praktik tidak pernah dijelaskan atau diajarkan di kelas, waktu pelatihan. Di sinilah peran trainer sebagai mentor dan coach yang akan menjelaskan kepada kita, muridnya, berdasar pengalaman praktiknya sendiri, bagaimana cara yang paling efektif untuk mengatasi kasus yang sedang kita hadapi. Lha, kalau trainernya jarang atau mungkin nggak pernah praktik maka tidak mungkin ia bisa membantu atau memberikan bimbingan pada kita. Dari praktik yang terus menerus inilah kita meningkat dari certified hypnotherapist menjadi qualified hypnotherapist.
Cara lain untuk mengetahui kecakapan seorang trainer atau kualitas lembaga adalah dengan mengunjungi situs mereka dan membaca apa yang ada di situs ini. Kita juga bisa mencari komentar atau pendapat pakar lain mengenai trainer atau lembaga ini.
Saat mencari trainer di luar negeri, jika mengunjungi situs mereka, maka yang saya cari adalah artikel yang dimuat di sana. Apakah situs ini hanya berisi informasi mengenai apa itu hipnosis, hipnoterapi, manfaat hipnoterapi, dan hal-hal umum yang bisa didapat dari sumber lain, ataukah situs ini berisi artikel yang beragam dan menjelaskan apa yang dilakukan oleh trainer atau lembaga ini, khususnya dalam konteks terapi, riset, dan pengembangan keilmuan. Artikel yang ada di situs ini secara langsung menunjukkan tingkat kualifikasi, kompetensi, dan pengetahuan trainer atau lembaga itu. Hal lain lagi adalah saya menghindari belajar ke orang atau lembaga yang tidak memasang foto diri si trainer atau pendiri lembaga itu.
Sedapat mungkin saya akan membaca terlebih dahulu beberapa buku yang ditulis oleh trainer  tersebut. Hal ini untuk mendapatkan “feeling” apakah saya cocok dengan materi dan kepribadian si trainer. Biasanya saya mendapatkan nama trainer ini dari beberapa buku atau publikasi yang saya baca yang ternyata merujuk pada satu nama yang sama yaitu nama si trainer. 
Setelah itu barulah saya melihat apa materi yang diajarkan, berapa lama pelatihannya, dan apa bentuk dukungan yang diberikan oleh trainer atau lembaga setelah kami selesai pelatihan.

Dari pengalaman saya pribadi sebagai pendidik, cara mengajar orang dewasa berbeda dengan mengajar anak-anak. Agar efektif, pendidikan hipnoterapis sebaiknya menggunakan spiral curriculum sehingga pemahaman dan penguasaan materi bisa sangat tinggi. Hal ini akan sangat membantu saat latihan atau praktik yang akhirnya akan membawa kita menjadi seorang Qualified Certified Hypnotherapist.
Akhir kata, Qualified Certified Hypnotherapist, menurut hemat saya tidak hanya certified namun juga mampu, cakap, dan kompeten dalam melakukan terapi, dengan tingkat keberhasilan yang tinggi, hasil terapi yang permanen, dalam waktu yang singkat, memegang teguh kode etik profesi, melakukan praktik dengan integritas dan kesadaran tinggi, dan melakukan terapi dengan menempatkan kebaikan dan kemajuan hidup klien pada level yang paling utama dengan tetap mengindahkan tanggung jawab moral, akal sehat, dan menjunjung tinggi nilai spiritual. (http://www.adiwgunawan.com)